
Masjidil Haram adalah tempat shalat yang sangat istimewa bagi umat Islam. Jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul setiap tahunnya untuk menunaikan ibadah haji maupun umroh. Namun, ada satu hal menarik yang sering menimbulkan pertanyaan jamaah: posisi imam shalat di Masjidil Haram.
Terkadang, imam berdiri tepat di depan Ka’bah. Namun di waktu lain, posisinya agak bergeser ke tempat khusus yang sudah disediakan. Kondisi ini membuat sebagian jamaah bertanya-tanya, “Kalau begitu, di mana sebenarnya shaf pertama berada? Dan apakah makmum boleh lebih dekat ke Ka’bah daripada imam?”
Penjelasan Ulama tentang Posisi Shaf
Pertanyaan ini pernah dijelaskan oleh ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau menjelaskan bahwa:
“Shaf awal adalah shaf di belakang imam dan sekitarnya. Adapun makmum yang berada pada arah selain imam, maka boleh saja lebih dekat ke Ka’bah. Namun, bagi makmum yang berada tepat di arah imam, tidak boleh mendahului posisi imam.”
(Majmu’ Fatawa wa Rasail, 13/40–41).
Artinya, shaf pertama bukan sekadar yang paling dekat ke Ka’bah, tetapi shaf yang mengikuti posisi imam. Jika berada di sisi samping, jamaah boleh lebih maju mendekati Ka’bah. Namun, bila tepat searah dengan imam, posisi makmum harus tetap di belakang imam.
Gambaran Praktis di Masjidil Haram
Di Masjidil Haram, posisi imam kadang ditempatkan di belakang Ka’bah, khususnya di area antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad. Karena itulah, jalur shaf di antara kedua rukun tersebut biasanya dikosongkan agar tidak ada makmum yang mendahului posisi imam.
Dengan memahami hal ini, jamaah akan lebih paham mengapa ada jalur tertentu yang dibiarkan kosong dan bagaimana aturan shaf dijaga di Masjidil Haram.
Detail kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian jamaah, padahal penting agar ibadah shalat kita lebih sempurna dan sesuai tuntunan.
Semoga Allah memudahkan kita semua untuk bisa segera shalat di Masjidil Haram, menyaksikan langsung keindahan shaf jamaah yang mengelilingi Ka’bah. Dan bersama Zeintour, insyaAllah perjalanan umroh Anda akan lebih tenang, nyaman, serta dibimbing oleh muthawwif berpengalaman. ✈️
Itulah penjelasan singkat mengenai Posisi Imam Shalat di Masjidil Haram: Bolehkah Makmum Lebih Dekat ke Ka’bah? bagi anda yang membutuhkan info tentang umroh dan haji khusus bisa kontak kami Admin Zeintour authorized by Kemenag.