Tentang Ibadah Haji dan Umrah

Tentang Ibadah Haji dan Umrah

BAGAIMANA MANASIK (TATA CARA) IBADAH HAJI DAN UMRAH

Ibadah haji memiliki manasik atau tata cara yang lebih banyak dibandngkan dengan ibadah umrah, dengan kata lainbahwa orang yang sudah pernah melakukan ibadah haji secara langsng sudah melaksanakan umrah.

Adapun rukun umrah ini terdiri dari ihram (niat berumrah), Thawaf (mengelilingi Kabah), Sa’i (berlari kecil antara shafa dan marwah), dan Tahalul (memotong rambut). Sedangkan untuk praktek ibadah haji, semua rukun yang ada pada umrah dilakukan danjuga ditambah dengan wuguf di Arafah (puncak ibadah haji), mabit (menginap) di Musdalifah dan Mina, serta melempar jumrah.

BAGAIMANA HUKUN IBADAH HAJI DAN UMRAH?

Ibadah haji hukumnya wajib bagi yang telah mampu melaksanakannya. Mampu dalam hal ini meliputi kemampuan dalam segi materi untuk berangkat dan untuk keluarga yang ditinggalkan, kemampuan dari segi fisik dan kondisi psikologis, serta yang lebih utama adalah kesiapan iman. Sedangkan untuk umrah, sebagian ulama mengatakan wajib (bagi yang mampu) namun ada juga yang mengatakan ibadah umrah ini hukumnya sunnat muakad, yakni sunat uang diutamakan untuk dilakukan.

KAPAN IBADAH HAJI DAN UMRAH DILAKSANAKAN?

Ibadah haji hanya boleh dilakukan di bulan haji yakni pada tanggal 9 hingga 10 Dzulhiijah setiap tahunnya. Oleh karena itu, ibadah haji yang dilakukan di luar waktu tersebut menjadi tidak sah.

Sedangkan ibadah umrah bisa dilakukan sewaktu-waktu diluar tanggal pelaksanaan ibadah haji (diluar tanggal 9 hingga 13 Dulhiijah).

DIMANA IBADAH HAJI DAN UMRAH DILAKSANAKAN?

Ibadah haji dan umrah sama-sama dilaksanakan di Makkah.